Metode Monitoring Burung
Metode inventarisasi keragaman burung, terdiri atas 4
materi yaitu: keanekaragaman burung, alasan dipilihnya burung, teknik
identifikasi burung, dan metode survey burung. berdasarkan data IBSAP 2015-2020
jenis burung di Indonesia berjumlah 1605 jenis. Pola distribusi burung di
Indonesia berbeda di tiap bagiannya, ada yang hanya ada di wilayah Sumatera
namun tidak ada di wilayah Sulawesi, Bali, dan Papua. Terdapat 3 buah buku
mengenai jenis burung yang ada di Indonesia. Buku yang bercerita tentang
jenis-jenis burung di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali dengan diversitas
tinggi dan endemis rendah. Kemudian yang kedua adalah burung-burung di kawasan
wallacea dengan diversitas rendah dan endemis tinggi. Lalu yang terakhir burung
di kawasan Papua dengan diversitas tinggi dan endemis rendah.
Alasan burung perlu untuk di monitoring yaitu: peran
burung didalam ekosistem adalah sebagai puncak rantai makanan, konsumen tingkat
ke 3, burung sangat dekat dengan kehidupan manusia, daya tarik burung,
perbedaan ukuran telur terkecil dan terbesarnya, kemampuan adaptasi burung yang
sangat tinggi, contoh: pada burung pinch di kepulauan Galapagos, dan pendataan sistemik
dan klasifikasi yang dapat berubah.
Teknik identifikasi burung yaitu memahami bagian-bagian
tubuh burung, melihat bentuk umum tubuh, perbandingan ukuran tubuh, warna
bagian tubuh, dan ciri khas (seperti cara hinggap dan terbang).
Metode survei burung terdiri atas beberapa tahapan yaitu:
1.
Daftar
Jenis Sederhana
-
catat
semua jenis yang dijumpai
-
tanpa
adanya batasan dan kaidah tertentu
-
bisa
berupa catatan harian bulanan
2.
Kurva
Penemuan Jenis
-
catat
semua jenis yang dijumpai dalam sebuah daftar per satuan waktu tertentu
-
ditampilkan
dalam bentuk sebuah grafik
3.
Daftar
20 Jenis
-
catat
semua jenis yang dijumpai dalam sebuah daftar
-
setiap
daftar berisi 20 jenis
-
setelah
mencatat 20 jenis burung pertama yang dijumpai, pencatatan dilakukan pada
daftar baru, dengan tetap mencatat jenis yang telah tercatat pada daftar
sebelumnya.
4.
Titik
Hitung
-
pengamat
berjalan sepanjang jalur/jalan yang sudah ditentukan
-
di
setiap titik, pengalaman dilakukan selama 10 menit dengan jarak pengamatan ke
kiri dan kanan sejauh 50 meter dan jarak antar titik sejauh 200 meter
-
jumlah
jenis dan jumlah individu
5.
Jaring
Kabut
-
pasang
pagi lepas sore
-
melepaskan
burung dari jaring, pergantian bulu, aktivitas berbiak, dipasang alat penerima
sinyal
Peluang kegiatan: masih sedikit yang kita fahami tentang
ekologi: dinamika populasi aktivitas berbiak, siklus hidup, tingkah laku,
bentuk adaptasi, pemilihan habitat-lokasi bersarang, interaksi intra dan
interspesies, dan makanan, maka salah satu cara untuk mengetahuinya yaitu
melakukan kegiatan monitoring ini dengan contoh disini adalah burung,
diharapkan data hasil dari monitoring ini nantinya akan membantu dan memudahkan
kita memahami tentang jenis burung yang ada di Indonesia.
Sumber: Dr. Wilson Novarino pada Belantara Learning
Series Eps. 1 Bagian 1_Pelatihan Metode Monitoring Burung
Komentar
Posting Komentar